Kamis, 28 November 2013

TULISAN PENGANTAR BISNIS 3

Tulisan Pengantar Bisnis 3
Judul : Bisnis Secara Waralaba (franchising)
Kelas : 1EB22
Nama : Kurnia Indah Puspita
Npm : 29213860

I.                    Pendahuluan

Waralaba (Franchise) adalah hak-hak untuk menjual suatu produk atau jasa maupun layanan. Sedangkan menurut pemerintah Indonesia, waralaba adalah perikatan dimana salah satu pihak diberikan hak memanfaatkan atau menggunakan hak dari kekayaan intelektual (HAKI). Franchising/waralaba pada dasarnya adalah suatu konsep pemasaran yang melaju sangat cepat namun tidak mudah untuk mencapai suatu keberhasilan dari bisnis franchising itu sendiri. System bisnis waralaba memiliki banyak kelebihan misalnya pada pendanaan, sumber daya manusia (SDM), manajemen dan tingkat kesulitan dalam pemasarannya., kecuali jika pemilik usaha tersebut mau berbagi dengan pihak lain. Bisnis waralaba cukup dikenal dengan jalur distribusinya yang efektif  untuk mendekatkan produknya kepada para konsumen melalui tangan-tangan para pebisni.
Hal menarik dari Bisnis Franchise yang semakin maju adalah banyaknya usaha yang di tawarkan kepada para konsumen dengan berbagai jenis prduk barang dan jasa. Misalnya makanan modern/fastfood yang pemasarannya dilakukandi pusat-pusat pertokoan atau di pingir-pinggir jalan perkotaan yang sangat mudah di jangkau oleh masyarakat. Contoh bisnis waralaba pastinya sangat mudah ditemukan  dan seringkali kita jumpai seperti Mc. Donal, Pizza Hut, Pizza Hut dan lain lain.

II.                  ISI

Waralaba atau franchising dari bahasa dari bahasa prancis untuk kejujuran atau kebebasan adalah hak-hak untuk menjual suatu produk atau jasa maupun layanan. Selain pengertian waralaba perlu dijelaskan pula apa yang dimaksud :
Ø  Franchisor atau pemberi waralaba adalah badan usaha atau perorangan yang memberikan hak kepada pihak lain untuk memanfaatkan dan atau menggunakan hak atas kekayaan intelektual atau penemuan atau ciri khas usaha yang dimilikinya.
Ø  Franchisee atau penerimaan waralaba adalah badan usaha atau perorangan yang diberikan hak untuk memanfaatkan dan atau menggunakan hak atas kekayaaan intelektual atau penemuan ciri khas yang dimiliki pemberi waralaba

v  Sejarah Franchise

Franchise Indonesia dimulai dengan hadirnya brand franchise Asing speperi KFC, Mc. Donald, Dunkin Donuts dan brand lainnya. Dan kemudian terjadilah proses perbandingan (benchmarking). Lalu timbulah franchise lokal dan tumbuh sampai saat ini dan mengalami kejayaan.
Pertumbuhan franchise di Indonesia yang ternyata mempunyai sejarah yang cukup panjang dan berliku. Berawal dari sebuah pemikiran bahwa franchise sukses dapat memacu perekonomian di Negara maju seperti Amerika dan di Negara maju lainnya. Franchise juga dapat memberikan lapangan pekerjaan  untuk para tenaga kerja. Maka dimulailah sebuah usaha untuk mendata usaha franchise yang ada di Indonesia usaha franchise yang ada di Indonesiayang menggandeng International Labour Organization (ILO).
Untuk proses di lapangannya sendiri berupa pelaksanaan pengumpulan dan pengelolaan data-data dilaksanakan oleh LPPM (Lembaga Pengembangan dan Pendidikan Managemen dengan melakukan“BaselineStudy.”
Sementara dari ILO sendiri mendatangkan seorang pakar franchise dari Amerika Mr. Martin Mendelsohn, untuk mempelajari, menganalisa situasi dan kondisi untuk merekomendasikan jalan/cara yang akan ditempuh. “Saya pertama kali datang ke Indonesia sekitar tahun 1999 atas permintaan dari ILO untuk memberikan saran kepada pemerintah tentang bagaimana mendorong pertumbuhan franchising dan membantu membentuk sebuah asosiasi franchise,” ujar orang yang sudah dua kali berkunjung ke Indonesia ini. Semenjak kedatangannya ke Indonesia, telah melibatkan banyak usaha local dalam pertemuan-pertemuan koordinasi maupun dalam diskusi bilateral  untuk selalu melibatkan pihak swasta di Indonesia.

v  Defenisi waralaba atau franchise menurut para ahli :

Definisi waralaba versi Menperindag
1. Waralaba menurut Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Republik Indonesia No. 259/MPR/Kep/7/1997 Tentang Ketentuan dan Tata Cara Pelaksanaan Pendaftaran Usaha Waralaba, yaitu waralaba adalah perikatan dimana salah satu pihak diberikan hak untuk memanfaatkan dan atau menggunakan hak atas kekayaan intelektual atau penemuan atau ciri khas usaha yang dimiliki oleh pihak lain dengan suatu imbalan berdasarkan persyaratan yang ditetapkan dalam rangka menyediakan dan atau penjualan barang dan jasa.

Pengertian waralaba menurut PP RI No. 42 Tahun 2007 tentang waralaba, (Revisi atas PP No. 16 Tahun 1997 dan Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan No. 259/MPR/Kep/7/1997 Tentang Ketentuan dan Tata Cara Pelaksanaan Pendaftaran Usaha Waralaba), waralaba adalah hak khusus yang dimiliki oleh orang perorangan atau badan usaha terhadap sistem dengan ciri khas usaha dalam rangka memasarkan barang dan/atau jasa yang telah terbukti hasil dan dapat dimanfaatkan dan/atau digunakan oleh pihak lain berdasarkan perjanjian waralaba.

2. Definisi waralaba versi Pakar

Sejumlah pakar juga ikut memberikan definisi terhadap waralaba. Campbell Black dalam bukunya Black’’s Law Dict menjelaskan franchise sebagai sebuah lisensi merek dari pemilik yang mengijinkan orang lain untuk menjual produk atau service atas nama merek tersebut.

David J.Kaufmann memberi definisi franchising sebagai sebuah sistem pemasaran dan distribusi yang dijalankan oleh institusi bisnis kecil (franchisee) yang digaransi dengan membayar sejumlah fee, hak terhadap akses pasar oleh franchisor dengan standar operasi yang mapan dibawah asistensi franchisor.

Sedangkan menurut Reitzel, Lyden, Roberts & Severance, franchise definisikan sebagai sebuah kontrak atas barang yang intangible yang dimiliki oleh seseorang (franchisor) seperti merek yang diberikan kepada orang lain (franchisee) untuk menggunakan barang (merek) tersebut pada usahanya sesuai dengan teritori yang disepakati.

v  Beberapa hal yang perlu di pertimbangkan ketika seseorang memutuskan untuk terjun ke dalam bisnis waralaba atau franchising  ada 19 komponen yang dijadikan dasar memilih :
1.       Jenis pekerjaan                               11. Posisi dalam industri
2.       Pelatihan/pendidikan kursus       12. Bantuan pemilihan lokasi
3.       Jumlah karyawan                           13. Fasilitas desain dan kontruksi
4.       Persyaratan inventory                  14. Pelatihan
5.       Ketahanan terhadap                     15. Dukungan grand opening                                          flukturasi ekonomi
6.       Syarat modal untuk memulai       16. Dukungan operasional yang
7.       Tingkat pertumbuhan                       berkesinambung
8.       Tingkat keuntungan dan              17. Wilayah waralaba ekslusif                        
      kondisi keuangan
9.       Lama berada dalam bisnis          18. Franchise fee
10. Cakupan jaringan waralaba        19. Pembiyaan sebuah waralaba

v  Syarat-syarat sebuah bisnis yang bisa difranchisekan ada tiga yaitu:
a.       Profitable, secara terbukti unit bisnis mampu menghasilkan keuntungan, sehingga menarik bagi para calon franchisee.
b.      Unique, unit bisnis yang difranchisekan harus memiliki uniqueness (keunikan) tertentu yang dapat digunakan sebagai positioning dan penyelamat dari potensi persaingan.
c.       Brand, unit bisnis yang difranchisekan harus memiliki tingkat pengenalan brand (brand awareness) yang cukup, sehingga mudah bagi para franchisee untuk memasarkan produk dan jasanya.

v  Keuntungan dan Kerugian Franchisee dan Franchisor

Keuntungan
Ø  Bagi  Franchisor (perusahaan induk) :
1. Produk atau jasa terdistribusi secara luas tanpa memerlukan biaya promosi dan biaya investasi cabang baru.
2. Produk atau jasa dikonsumsi dengan mutu yang sama.
3. Keuntungan dari royalti atau penjual lisensi.
4. Bisnisnya bisa berkembang dengan cepat di banyak lokasi secara bersamaan, meningkatnya keuntungan dengan memanfaatkan investasi dari franchisee.
Ø  Bagi Franchisee (pemilik hak-jual) :
1. Popularitas produk atau jasa sudah dikenal konsumen, menghemat biaya promosi.
2. Mendapatkan fasilitas-fasilitas manajemen tertentu sesuai dengan training yang dilakukan oleh franchiser.
3. Mendapatkan image sama dengan perusahaan induk.

v  Kerugian bagi franchisee (pemilik hak-jual) :

1. Biaya startup cost yang tinggi, karena selain kebutuhan investasi awal, franchisee harus membayar pembelian franchise yang biasanya cukup mahal.
2. Franchisee tidak bebas mengembangkan usahanya karena berbagai peraturan yang diberikan oleh franchisor.
3. Franchisee biasanya terikat pada pembelian bahan untuk produksi untuk standarisasi produk /jasa yang dijual.
4. Franchisee harus jeli dan tidak terjebak pada isi perjanjian dengan franchisor, karena bagaimanapun biasanya perjanjian akan berpihak kepada prinsipal / franchisor dengan perbandingan 60:40.

Penghasilan yang terus mengalir ke franchisor dari royalti dan penjualan masukan kepada franchisee yang lebih penting adalah sumber pendapatan dari biaya awal untuk menjual waralaba. Dengan demikian, franchisor dan franchisee mencapai sukses dengan membantu satu sama lain.

v  MANFAAT BISNIS WARALABA

Ø  Manfaat  bagi franchisor
1.      Pengembangan usaha dengan biaya yang relatif murah
2.      Pontensi passive income yang cukup besar
3.      Efek bola salju dalam dalam hal brand awareness dan brand equity usaha anda
4.      Terhindar dari undang-undang anti monopoli

Ø  Manfaat bagi franchisee :
1.      Memperkecil resiko kegagalan usaha
2.      Menghemat waktu,tenaga dan dana untuk proses trial & error
3.      Member kemudahan dalam oprasional usaha
4.      Penggunaan nama merek yang sudah lebih dikenal dengan masyarakat 

III.               Penutup

Franchise adalah hubungan kemitraan antara usahawan yang usahanya kuat dan sukses (mempunyai merek dagang ternama) dengan usahawan yang relative baru atau lemah dalam usaha tersebut dengan tujuan memperluas usahanya dan saling menguntungkan, khususnya dalam bidang usaha penyediaan produk dan jasa langsung kepada konsumen. Franchise juga merupakan bisnis yang cukup mudah untuk mendapatkan keuntungan, terutama bagi franchisor karena franchisor tidak perlu membuang biaya yang berlebih untuk membuka cabang baru di tempat lain untuk mengembangkan bisnisnya. Melainkan cukup dengan bisnis franchise usahanya dapat berkembang di berbagai tempat.

IV.               Daftar Pustaka

eBook : Sonny Sumarsono. 2009 . Manajemen Bisnis Waralaba. Jember .Graha ilmu


TULISAN PENGANTAR BISNIS 1

Tulisan Pengantar Bisnis 1
Judul : Tentang berbisnis
Kelas : 1EB22
Nama : Kurnia Indah Puspita
Npm : 29213860

I.                   Pendahuluan
      Di era reformasi yang belum tuntas ini, menidirikan bisnis sendiri merupakan cita-cita hamper semua orang, baik yang belum bekerja maupun yang sudah bekerja. Mungkin, teman-teman yang sudah bekerja menginginkan punya isnis sendiri karena beramsumsi dapat bebas, sesuai kehendak. Bahkan dapat kebebasan financial dan bisnis dapat diwariskan. Bukankah itu yang menjadi impian setiap orang ?
      Tentunya, mendirikan bisnis sendiri akan mendaptakan nikmat hidup dan memperoleh banyak manfaat. Nikmat akan didapatkan tentuya setelah bisnis berjalan dengan lancar dan mendapatkan keuntungan. Selain banyak manfaat yang akan diperoleh, banyak juga kerugian yang akan dirasakan oleh pebisnis. Itulah keseimbangan dari sebuah kehidupan didunia ,ada manfaat dan ada kerugian, ada kelebihan dan kekurangannya. Biasanya manfaat tidak pernah dibicarakan atau dicarikan solusinya. Kenapa rugi? Kenapa bangkrut?kenapa tidak berkembang bisnisnya? Untuk itu, kita perlu mengetahui penyebab kerugian guna menghindari kegagalan tersebut . jika kita bisa disebut sebagai pembisnis sukses dan niscaya akan mendapat kesejahteraan dalam kehidupan.

II.                ISI

Dalam ilmu ekonomi, bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba. Secara historis kata bisnis dari bahasa Inggris business, dari kata dasar busy yang berarti "sibuk" dalam konteks individu, komunitas, ataupun masyarakat. Dalam artian, sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan. Atau bisnis dalam arti luas adalah semua aktivitas oleh komunitas pemasok barang dan jasa.
Dalam ekonomi kapitalis, dimana kebanyakan bisnis dimiliki oleh pihak swasta, bisnis dibentuk untuk mendapatkan profit dan meningkatkan kemakmuran para pemiliknya. Pemilik dan operator dari sebuah bisnis mendapatkan imbalan sesuai dengan waktu, usaha, atau kapital yang mereka berikan. Namun tidak semua bisnis mengejar keuntungan seperti ini, misalnya bisnis koperatif yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan semua anggotanya atau institusi pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Model bisnis seperti ini kontras dengan sistem sosialistik, dimana bisnis besar kebanyakan dimiliki oleh pemerintah, masyarakat umum, atau serikat pekerja.
Secara etimologi, bisnis berarti keadaan dimana seseorang atau sekelompok orang sibuk melakukan pekerjaan yang menghasilkan keuntungan. Kata "bisnis" sendiri memiliki tiga penggunaan, tergantung skupnya — penggunaan singular kata bisnis dapat merujuk pada badan usaha, yaitu kesatuan yuridis (hukum), teknis, dan ekonomis yang bertujuan mencari laba atau keuntungan. Penggunaan yang lebih luas dapat merujuk pada sektor pasar tertentu, misalnya "bisnis pertelevisian." Penggunaan yang paling luas merujuk pada seluruh aktivitas yang dilakukan oleh komunitas penyedia barang dan jasa. Meskipun demikian, definisi "bisnis" yang tepat masih menjadi bahan perdebatan hingga saat ini.

v  Mengapa kita harus berbisnis
Banyak orang mencoba memasuki dunia wirausaha setelah ditolak bekerja pada beberapa instansi atau perusahaan atau sudah bekerja pada sebuah instansi tetapi kemudian keluar dan merintis sebuah usaha. Sektor wiraswasta menjadi alternatif terakhir setelah gagal menjadi PNS, gagal diterima kerja .Saya kira tidak ada yang salah, semua sah-sah saja. Jiwa wirausaha atau enterpreneurship merupakan sesuatu yang langka dan tidak dimiliki semua orang. Berwiraswasta memerlukan keberanian dan tekad yang kuat serta halangan yang tidak mudah. Harus ada semangat dan komitmen yang kuat serta siap bersusah payah di awal untuk menuai kebahagiaan di akhir. Kemauan dan tekad yang kuat merupakan modal utama dalam membangun sebuah usaha.
Mengapa pekerjaan yang “berat” tersebut banyak disarankan orang untuk dilakukan? Tentu dibalik kesusahan dan tantangan yang berat ada sesuatu yang besar bisa dicapai. Ada banyak alasan mengapa kita harus berwiraswasta. Sektor wiraswasta dari kalangan Usaha Kecil Dan Menengah (UKM) terbukti menjadi bidang usaha yang tahan terhadap deraan krisis keuangan global. Di saat perusahaan-perusahaan besar mengencangkan ikat pinggang dan PHK massal demi efisiensi, sektor UKM dan Wiraswasta justru berkembang. Mantan Karyawan perusahaan yang terkena PHK justru beramai-ramai membuka usaha baru. 

v  Keuntungan dan kerugian mempunyai bisnis sendiri

·         Keuntungan :
1.      Anda memiliki peluang untuk memiliki uang lebih banyak dibandingkan bekerja pada orang lain.
2.      Anda menjadi bos dan memiliki keputusan sendiri yang akan menentukan keberhasilan dan kegagalan.
3.      Anda menjadi bosnya orang lain.
4.      Anda akan memiliki jaminan pekerjaan, orang lain tidak bisa memecat anda.
5.      Anda memiliki kesempatan untuk menuangkan ide anda pada usaha.
6.      Anda berperan serta dalam semua aspek dalam menjalankan usaha.
7.      Anda akan banyak belajar mengenai banyak aspek usaha dan memperoleh pengalaman dalam berbagai disiplin ilmu.
8.      Anda bisa berhubungan langsung dengan customer.
9.      Anda bisa memiliki manfaat ekonomi bagi lingkungan seperti menyewa orang-orang untuk bergabung bersama.
10.  Memiliki kepuasan pribadi dalam membuat dan menjalankan usaha yang berhasil.
11.  Anda akan bekerja dalam bidang yang anda senangi.
12.  Anda bisa membangun masa pensiun anda sendiri misalnya menjual usaha ketika akan pensiun.
13.  Memiliki kesempatan untuk membantu masyarakat dan memberikan rasa memiliki dan stabilitas keuangan bagi keluarga anda.

·         Kerugian :
1.      Anda mungkin mengambil resiko besar dari aspek keuangan.
2.      Anda harus bekerja keras, mungkin sepanjang hari dan memiliki waktu terbatas untuk berlibur.
3.      Anda mungkin menghabiskan banyak waktu dengan memantau setiap kegiatan dalam menjalankan usaha dan sedikit waktu yang bisa anda nikmati.
4.      Mungkin pendapatan anda tidak tetap dan mungkin tidak mempunyai uang dalam waktu-waktu tertentu.
5.      Anda akan menghadapi keputusan yang tidak mengenakkan seperti harus memecat orang atau menolak merekrut teman atau saudara anda.
6.      Anda harus belajar banyak disiplin ilmu baru seperti dokumentasi, pembukuan, inventarisasi, perencanaan produksi, periklanan, dan promosi, penelitian pasar, dan manajemen umum.

v  Tujuan berbisnis

Tujuan berbisnis tidak lebih dan tidak lain adalah memperoleh keuntungan karena semua orang yang berbisnis mulanya berawal dari fikiran-fikiran dan keinginan mereka untuk memperoleh keuntungan sehingga muncul inisiatif untuk menjalankan bisnis dari keinginan mereka tersebut.
Meskipun tujuan utama mereka adalah memperoleh keuntungan namun hal tersebut bukan berarti bahwa mereka tidak mempunyai tujuan lain selain tujuan tersebut, masih banyak tujuan-tujuan para pembisnis yang ingin mereka raih dan tujuan antara satu dan yang lainya bisa saja berbeda. Tujuan lain yang ingin dicapai oleh pelaku bisnis itu diantaranya :
1. Ingin mencukupi berbagai kebutuhannya
2. Untuk memakmurkan keluarga
3. Ingin namanya dikenal banyak orang
4. Karena ingin menjadi penerus usaha keluarga
5. Ingin mencoba hal baru
6. Ingin memanfaatkan waktu luang
7. Ingin mempunyai usaha sendiri dan tidak bekerja pada orang lain.
8. Ingin mendapat simpati. Dsb.
Meskipun tujuan-tujuan seperti diatas telah mereka capai, namun mereka akan terus memiliki keinginan-keinginan lain dan keinginan itu bisa saja menjadi bagian dari tujuan bisnis mereka. Karena bagaimanapun juga keinginan dan kebutuhan tiap orang akan terus bertambah dan tidak menutup kemungkinan jika keinginan yang mereka miliki akan mereka jadikan tujuan bisnis yang mereka ciptakan

v  Resiko berbisnis
1.      Anda harus paham di mana posisi bisnis Anda saat ini berada. Dengan tau posisi, maka Anda akan lebih paham dalam melakukan pengamatan bisnis, baik itu yang sifatnya internal ataupun external, meliputi masalah financial, kepuasan dalam melayani pelanggan, staf marketing, sampai trend market serta penjualan yang sedang berlangsung saat ini produktif atau tidak, ini Anda harus tau.
Anda harus bisa mengukur kekuatan bisnis Anda dan di mana sisi kelemahannya. Contoh, strategi bisnis yang unik dan ideal untuk pelanggan itu seperti apa, Anda harus bisa memahaminya dengan baik. Sehingga Anda akan faham pula dengan para pesaing Anda, dan area pasar yang Anda bidik, pertumbuhan dan perubahan pangsa pasar, trend bisnis, ekonomi sosial, politik, juga teknologi yang akan membuat suatu dampak dalam bisnis yang teranilsa secara kritis dan obyektif.
2.      Anda harus bisa membuat bisnis Anda meningkat dari waktu kewaktu. Bagaimana caranya? Di awal Anda bisa membuat bisnis plan jangka pendek dulu, lalu jangka menengah dan Anda juga harus menentukan visi jangka panjang pula untuk memperjelas apa-apa yang ingin Anda capai dalam kurun 1 tahun, 5 tahun, atau 10 tahun ke depan melalui bisnis Anda saat ini. Entah itu berupa peningkatan penjualan, jumlah penjualan atau mungkin menjaga bisnis agar terkondisikan seperti saat ini.
Apabila Anda ingin pertumbuhan pesat dalam bisnis Anda, Anda harus segera berpikir tentang pangsa pasar, jangkauan produk yang lebih meluas, investasi dengan teknologi, dan melakukan perubahan terhadap struktur bisnis Anda. Dengan arah tujuan yang jelas, maka secara otomatis bisnis Anda akan tumbuh dengan besar seiring dengan kebiasaan Anda yang selalu berpikir secara kreatif.
3.      Mencapai target. Untuk mencapai target ini Anda harus melakukan perhatian yang khusus di setiap bisnis yang Anda kelola agar sesuai dengan strategi bisnis yang Anda terapkan dalam visi jangka panjang yang telah Anda buat. Anda harus menentukan pula cara yang paling baik dan benar dalam melakukan struktur perubahan dalam bisnis, meliputi rencana aksi dan kapan itu di mulai. Jika itu belum Anda lakukan, mulailah menerapkan rencana-rencana aksi yang akan Anda lakukan.
4.      Yang terakhir adalah meninjau secara rutin strategi bisnis yang telah Anda lakukan. Bisnis Andamasih berjalan sesuai dengan rencana Anda atau sudah bergeser. Milikilah pola pikir yang baik dan benar dengan konsep strategi bisnis Anda dalam jangka panjang agar bisnis yang Anda kelola bisa lebih terfokus, terarah dengan benar dan selalu eksis dari waktu kewaktu

v  Cara mudah memulai bisnis
1.      Untuk memulai usaha atau bisnis janganlah menunggu kondisi yang ideal. Modal yang cukup, lokasi yang strategis, karyawan yang cakap, waktu yang luang untuk memulai bisnis adalah kondisi yang ideal. Dan untuk mendapatkan semuanya dalam waktu yang bersamaan tentu butuh pengorbanan yang lebih besar.
2.      Apalagi bagi kita-kita yang masih berstatus sebagai karyawan di tempat lain, menunggu kondisi ideal bisa menjadi pilihan yang sulit.
3.      Salah satu pilihan bagi seorang karyawan untuk memiliki bisnis sendiri adalah membuka usaha sambilan. Sehingga kita bisa tetap bekerja dan mendapatkan gaji. Dan kita berusaha mendapatkan tambahan penghasilan lewat usaha yang kita rintis.
4.      Membuka usaha sambilan bisa menjadi pilihan yang menyenangkan kalau kita bisa menentukan jenis usaha dan skala usaha sesuai minat dan kemampuan kita. Kalau memang kita punya kondisi yang ideal, pilihan untuk membuka perusahaan, membuka toko, atau mengambil franchise adalah pilihan yang tepat.
5.      Tapi bagi yang belum berani untuk mengambil resiko dengan membuka toko sendiri, ada satu pilihan yang mudah untuk segera memulai usaha, yaitu dengan sistem KONSINYASI.
6.      Dengan sistem konsinyasi kita menitipkan barang dagangan kita ke toko, kios, atau minimarket / supermarket orang lain. Kita tidak perlu memiliki toko sendiri dan tidak perlu memiliki karyawan sendiri. Jelas akan menghemat banyak biaya. Kita hanya perlu menanamkan modal pada barang dagangan dan investasi waktu plus tenaga untuk menawarkan ke toko orang lain. Barangnyapun tidak harus buatan sendiri, bisa barang yang kita beli grosiran kemudian kita titipkan ke beberapa toko.
7.      Kesepakatan Konsinyasi bisa fleksibel, untuk toko-toko kecil seperti kios kami, cukup dilakukan secara kekeluargaan / musyawarah mufakat dan dengan kesepakatan yang lebih mudah. Berapa barang yang ditaruh, berapa harganya, kapan mau dicek, kapan dilakukan pembayaran, dan kesepakatan lain dibicarakan bersama dan setelah deal atau kedua pihak sepakat maka Konsinyasi bisa dijalankan. Ada baiknya kesepakatan ini dilakukan secara tertulis (dan memang seharusnya tertulis) meskipun dalam format yang sederhana, sehingga jika ada perselisihan, sudah ada pedomannya.
8.      Untuk menitipkan barang ke perusahaan yang sudah besar (minimarket atau supermarket) tentu persyaratannya lebih ketat. Pihak supermarket sudah menetapkan syarat-syarat yang harus dipenuhi.

v  Kegagalan dan Kesuksesan

Kegagalan bukanlah suatu akhir

Saat kita memulai sebuah pekerjaan, tidak mudah mencapai kesuksesan yang kita inginkan. Seringkali kegagalan mengiringi perjalanan usaha yang kita bangun. Ada beberapa cara yang bisa kita gunakan sebagai tameng apabila mengalami kegagalan.

1.      Kegagalan adalah suatu proses pembelajaran. Seyogyanya, reaksi yang timbul dikala gagal, bukanlah menyalahkan orang - orang lain tetapi adalah diri sendiri melalui introspeksi. Metode ini, akan menimbulkan :
*Keinginan yang mendalam untuk mengetahui "mengapa" kegagalan ini terjadi. Setelah diketahui penyebabnya maka dicari solusi agar kegagalan ini tidak sampai terjadi lagi. "It is wise to keep in mind that no success or failure is necessarily final" Anonymous
* Standard baku sebagai acuan dasar agar dimasa mendatang, kegagalan bisa diminimalkan atau tidak sampai terjadi lagi. "In order to succeed, you must first be willing to fail" Anonymous
* Sukses sebagai hasil dari mau / berani menghadapi kegagalan dengan analisa / evaluasi dan memperbaikinya. "Success is not permanent. The same is also true of failure" Dell Crossword

Secara tidak langsung, kegagalan juga mengajarkan kepada kita bahwa jalur yang dilalui adalah jalur yang salah. Semua, tergantung kepada diri kita, mau menyerah atau maju terus. Jika menyerah berarti sampai kapanpun juga yang namanya keberhasilan "hanya" akan merupakan angan - angan tidak akan pernah ter - realisirkan. "Yesterday's failures are today's seeds. That must be diligently planted to be able to abundantly harvest Tomorrow's success" Anonymous

2. Kegagalan adalah salah satu langkah menuju kesuksesan. Tanpa dialaminya kegagalan, seseorang akan sulit untuk menentukan langkah selanjutnya. Dengan adanya kegagalan, seseorang akan tahu pasti bahwa jalur ini dibenarkan sedangkan jalur itu tidak dibenarkan (karena telah pernah gagal). Apakah suatu kegagalan akan selalu berkonotasi negatif atau tidak, sangatlah ditentukan oleh sikap kita dikala menghadapinya. Jika dihadapi dengan sikap potitif maka konotasinya akan menjadi positif karena adanya perbaikan dan begitu pula sebaliknya. "Your failures won't hurt you until you start blaming them on others" Anonymous.

3. Kegagalan bukanlah berarti akhir dari segala – galanya. Dengan dialaminya kegagalan, biasanya akan membuat seseorang semakin dewasa serta waspada / mawas diri. Setiap langkah atau tindakan akan di "filter" berkali - kali agar tidak terjadi hal – hal yang tidak diinginkan. "Keep in mind that neither success nor failure is ever final" Roger Ward BaBson

III.             Penutup

Bisnis adalah bisnis. Bisnis bukanlah sebuah hal yang didapat karena anda merupakan anak keturunan konglomerat, pengusaha kaya, ataupun  produk turunan lainnya. Anda hanya akan bisa sukses dalam berbisnis, ketika anda betul-betul mendalami apa yang ada didalamnya, totalitas didalamnya. Banyak orang sukses  kita tahu bahwa mereka sukses dalam bisnisnya, karena mereka memang tekun, optimis, dan selalu menikmati segala proses yang ada didalamnya. Sebelum masa kejayaannya, tentu masa-masa sulit pernah dilaluinya. Segala hambatan, tantangan, bukan dimaknai sebagai sebuah rintangan, namun justru menjadi pemicu diri kita untuk dapat lulus dari ujian yang ada.
Hidup adalah putaran roda kehidupan. Jika saat ini kita sedang berjalan dalam keadaan menanjak, bergembiralah, yakinkan diri anda, bahwa didepan sana akan ada jalan turunan. Kita terlahir bukan sebagai seorang yang ahli, namun keahlian kita akan lahir dari kesungguhan kita dalam belajar, berproses dalam melakukan sesuatu, hingga kita menjadi ahli.

IV.             Daftar Pustaka
eBook : Ir.Netty,Tinaprilla, & Ir.Elang,Ilik,Martawijaya,M.M.(2008).Punya Bisnis Sendiri Itu Nikmat,Jakarta:Penerbit Buku Kompas
eBook :Nilasari,Irma,& wiludjen,Sri.(2006).Pengantar Bisnis,Yogyakarta:Penerbit Graha Ilmu