Tulisan Pengantar Bisnis 2
Judul : Etika Bisnis
Kelas : 1EB22
Nama : Kurnia Indah Puspita
NPM : 29213860
I.
PENDAHULUAN
Bagi dunia Internasional, bisnis merupakan aktivitas yang tidak
dapat dipisahkan dalam kegiatan sehari-hari. Tidak jenuh para pebisnis
memajukan dan memperluas usahanya dalam rangka mencari keuntungan semaksimal
mungkin. Mulai dari Negara adidaya hingga negara berkembang melakukan bisnis
sebagai mata pencaharian mereka. Begitu pula dengan Indonesia yang tidak mau
kalah bersaing dengan negara-negara maju lainnya.
Di
Indonesia, perkembangan bisnis maju pesat seiring dengan perkembangan teknologi
dan informasi. Mulai dari bisnis secara tradisional maupun bisnis secara
on-line. Bahkan pangsa pasar bisnis on-line lebih luas dan tentunya dapat
memperoleh keuntungan yang maksimal walaupun tidak sedikit pula orang yang
meragukan kualitas produk yang ditawarkan secara on-line.
Namun,
diantara bisnis-bisnis yang menghasilkan keuntungan, ternyata masih banyak para
pebisnis yang mengacuhkan etika bisnis yang baik, seperti misalnya tidak
memperhatikan kepuasan konsumen terhadap produk yang dijual.
Sejatinya, etika bisnis harus tertanam dalam jiwa para pebisnis,
karena dengan etika bisnis yang baik tidak hanya keuntungan saja yang
didapatkan namun kepuasan dan keloyalitasan konsumenpun akan didapatkan pula.
Untuk itu, para pebisnis harus mengetahui hal-hal apa saja yang boleh dilakukan
dan yang tidak boleh dilakukan oleh seorang pebisnis.
Dalam
makalah ini, akan dijelaskan lebih lanjut mengenai etika bisnis yang seharusnya
dilakukan oleh para pebisnis.
II.
ISI
1.
Definisi Etika
Kata etika berasal dari bahasa Yunani Kuno “ethikos” yang
berarti timbul dari kebiasaan. Etika mencakup analisis dan penerapan suatu
konsep seperti misalnya baik,buruk, benar, salah dan tanggung jawab.
Di bawah ini merupakan definisi etika menurut para ahli :
·
Menurut
Kamus Besar Bhs. Indonesia (1995) Etika adalah Nilai mengenai benar dan salah
yang dianut suatu golongan atau masyarakat
·
Menurut
Maryani & Ludigdo (2001) “Etika adalah Seperangkat aturan atau norma atau
pedoman yang mengatur perilaku manusia, baik yang harus dilakukan maupun yang
harus ditinggalkan yang di anut oleh sekelompok atau segolongan masyarakat atau
profesi”
·
Menurut
White (1993) etika adalah cabang falsafah yang berkaitan dengan kebaikan moral
dan menilai tindakan manusia.
Fungsi
Etika :
·
Sarana untuk
memperoleh orientasi kritis berhadapan dengan pelbagai moralitas yang
membingungkan.
·
Etika ingin
menampilkanketrampilan intelektual yaitu ketrampilan untuk berargumentasi
secara rasional dan kritis.
·
Orientasi etis ini
diperlukan dalam mengabil sikap yang wajar dalam suasana pluralisme.
Jenis-jenis
Etika :
·
Etika umum yang
berisi prinsip serta moral dasar .
·
Etika khusus atau
etika terapan yang berlaku khusus.
Dari definisi-definisi yang telah diutarakan diatas, maka
dapat disimpulkan bahwa etika merupakan suatu pedoman yang mengatur dan menilai
perilaku manusia, baik perilaku yang harus ditinggalkan, maupun perilaku yang
harus dilakukan.
Namun, etika biasanya berkaitan erat dengan moral yang
berkaitan dengan cara hidup seseorang dengan melakukan perbuatan yang baik dan
menghindari tindakan yang buruk.
Etika dan moral mengandung pengertian yang sama, namun,
dalam kegiatan sehari-hari terdapat perbedaan. Moral lebih kepada penilaian
yang dilakukan, sedangkan etika berarti mengkaji system nilai-nilai yang
berlaku.
2.
Definisi
Bisnis
Dalam ilmu
ekonomi, bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang atau
jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba.
Namun,
secara historis kata bisnis dari bahasa Inggris business, dari kata
dasar busy yang berarti "sibuk" dalam konteks
individu, komunitas, ataupun masyarakat. Dalam artian, sibuk mengerjakan
aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan. Sumber : Menurut Steinford ( 1979) : “Business is all those
activities involved in providing the goods and services needed or desired by
people”. Dalam pengertian ini bisnis sebagai aktifitas yang menyediakan barang
atau jasa yang diperlukan atau diinginkan oleh konsumen.
Fungsi bisnis dilihat dari kepentingan mikroekonomi dan
makroekonomi
:
1. Fungsi Mikro Bisnis
Kontribusi
terhadap pihak yang berperan langsung.
·
Pekerja /
Karyawan
Pekerja menginginkan gaji yang layak dari hasil kerjanya
sementara manajer menginginkan kinerja yang tinggi yang ditunjukkan besarnya
omzet penjualan dan laba
·
Dewan
Komisaris
Memantau kegiatan dan mengawasi manajemen, memastikan
kegiatan akan berjalan mencapai tujuan
·
Pemegang
Saham
Pemegang saham memiliki kepentingan dan tanggung jawab
tertentu terhadap perusahaan
2. Fungsi Makro Bisnis
Kontribusi
terhadap pihak yang terlibat secara tidak langsung.
·
Masyarakat
sekitar perusahaan
Memberikan kontribusi kepada masyarakat sekitar sebagai
bentuk tanggung jawab perusahaan
·
Bangsa dan
Negara
Tanggung jawab kepada bangsa dan negara yang diwujudkan
dalam bentuk kewajiban membayar pajak
3.
Definisi etika bisnis
Definisi
menurut para ahli :
·
Menurut Brown dan Petrello (1976) Etika
Bisnis: “Business is an institution which produces goods and services demanded
by people”. Yang berarti bahwa bisnis ialah suatu lembaga yang menghasilkan
barang dan jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat. Apabila kebutuhan masyarakat
meningkat, maka lembaga bisnis pun akan meningkat pula perkembangannya untuk
memenuhi kebutuhan tersebut, sambil memperoleh laba.
·
Menurut Velasquez (2005) Etika bisnis
merupakan studi yang dikhususkan mengenai moral yang benar dan salah. Studi ini
berkonsentrasi pada standar moral sebagaimana diterapkan dalam kebijakan,
institusi, dan perilaku bisnis.
Prinsip-prinsip
etika bisnis adalah sebagai berikut :
1. Prinsip Otonomi ; yaitu sikap dan kemampuan manusia
untuk mengambil keputusan dan bertindak berdasarkan kesadarannya tentang apa
yang dianggapnya baik untuk dilakukan.
2. Prinsip Kejujuran
; terdapat
tiga lingkup kegiatan bisnis yang bisa ditunjukkan secara jelas bahwa bisnis
tidak akan bisa bertahan lama dan berhasil kalau tidak didasarkan atas
kejujuran. Pertama, jujur dalam pemenuhan syarat-syarat perjanjian dan kontrak.
Kedua, kejujuran dalam penawaran barang atau jasa dengan mutu dan harga yang
sebanding. Ketiga, jujur dalam hubungan kerja intern dalam suatu perusahaan.
3. Prinsip Keadilan ; menuntut agar setiap orang
diperlakukan secara sama sesuai dengan aturan yang adil dan sesuai criteria
yang rasional obyektif, serta dapat dipertanggung jawabkan.
4. Prinsip Saling
Menguntungkan (Mutual Benefit Principle) ; menuntut agar bisnis dijalankan
sedemikian rupa sehingga menguntungkan semua pihak.
5. Prinsip Integritas
Moral ; terutama
dihayati sebagai tuntutan internal dalam diri pelaku bisnis atau perusahaan,
agar perlu menjalankan bisnis dengan tetap menjaga nama baik pimpinan atau
orang-orangnya maupun perusahaannya.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa etika bisnis merupakan studi standar
formal dan bagaimana standar itu diterapkan ke dalam system dan organisasi yang
digunakan masyarakat modern untuk memproduksi dan mendistribusikan barang dan
jasa dan diterapkan kepada orang-orang yang ada di dalam organisasi
4.
Etika Bisnis yang Baik
Hal – hal
yang harus diperhatikan dalam menciptakan etika bisnis adalah :
1.
Pengendalian diri, pengendalian diri harus
tertanam dalam jiwa-jiwa pebisnis yang baik. Dengan adanya pengendalian diri,
bisnis yang dijalankan akan sesuai dengan apa yang diharapkan.
2.
Pengembangan tanggung jawab social (social
responsibility), selain pengendalian diri, tanggung jawab merupakan hal yang
terpenting dalam dunia bisnis. Tanpa tanggung jawab, bisnis tidak akan sesuai
dengan apa yang diharapkan, keuntungan tidak maksimal dan loyalitas konsumen
akan semakin berkurang.
3.
Mempertahankan jati diri dan tidak mudah
untuk terombang-ambing oleh pesatnya perkembangan informasi dan teknologi
4.
Menciptakan persaingan yang sehat, sebagai
pebisnis yang baik, tidak perlu melakukan kecurangan ataupun tindakan-tindakan
lain yang tidak sesuai dengan etika bisnis. Maka, persaingan yang sehat sangat
perlu dilakukan untuk setiap pebisnis.
5.
Menerapkan konsep “pembangunan berkelanjutan”
6.
Menghindari sifat 5K (Katabelece,
Kongkalikong, Koneksi, Kolusi, dan Komisi)
7.
Mampu menyatakan yang benar itu benar
8.
Menumbuhkan sikap saling percaya antara
golongan pengusaha kuat dan golongan pengusaha ke bawah
9.
Konsekuen dan konsisten dengan aturan main
yang telah disepakati bersama
10.
Menumbuhkembangkan kesadaran dan rasa
memiliki terhadap apa yang telah disepakati
11.
Perlu adanya sebagian etika bisnis yang
dituangkan dalam suatu hukum positif yang berupa peraturan perundang-undangan
III.
PENUTUP
Etika bisnis dalam dunia bisnis harus dijalankan.
Karena dengan etika bisnis yang baik, usaha yang dilakukan akan semakin
meningkat baik laba maupun pangsa pasarnya. Para pebisnis juga harus
memperhatikan komposisi produknya apakah layak jual atau tidak.
Seperti
contoh kasus, bahwa ada pebisnis nakal yang mencampurkan zat pewarna pakaian
pada minuman. Dampak yang diperoleh bukan hanya konsumen saja, namun berdampak
buruk pula bagi pebisnisnya. Loyalitas dan kepercayaan pelanggan menjadi
kurang. Untuk itu, sebaiknya para pebisnis harus mengetahui hal-hal yang patut
dilakukan dan hal-hal yang tidak boleh dilakukan.
IV. IV. DAFTAR PUSTAKA
eBook: K.Bertens.2000. Pengantar Etika Bisnis, Yogyakarta.
Kanisius
http://id.wikipedia.org/wiki/bisnis