Selasa, 22 Oktober 2013

TUGAS PENGANTAR BISNIS

TUGAS MINGGU KE 4

1.      SEBUTKAN PERBEDAAN WIRASWASTA DENGAN WIRASWASTAWAN,SERTA UNSUR  APA YANG DIMILIKI WIRASWASTA!
            Jawab:
·         Wiraswasta                  :adalah suatu usaha atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang atau organisasi untuk memberikan nilai tambah terhadap sesuatu produk sehingga memberi kepuasan lebih kepada pelanggan. Nilai tambah itu mempunyai sifat yang baru dan belum pernah ada atau belum pernah dilakukan oleh orang lain sebelumnya.
·         Wiraswastawan           :adalah orang yang menjalankan kegiatan wiraswasta
Unsur-unsur yang dimiliki wiraswasta:
a.       Pengetahuan (mencirikan tingkat penalaran yang dimiliki seseorang)
b.      Keterampilan (diperoleh melalui latihan dan pengalaman kerja nyata)
c.       Sikap mental (menggambarkan reaksi sikap dan mental seseorang ketika   menghadapi suatu situasi)
d.      Kewaspadaan (paduan unsur pengetahuan dan sikap mental dalam menghadapi keadaan yang akan datang)

2.      BAGAIMANA PERKEMBANGAN FRANCHISING  DI INDONESIA  (SEARCHING DI INTERNET)
Jawab:
Di Indonesia, waralaba sebagai format bisnis mulai dikenal pada awal dekade 80-an, seiring masuknya waralaba asing disektor usaha rumah makan siap saji (fast food chain restaurant) antara lain, KFC, Pioneer Take Out, Texas Church, dan lain-lainnya. Jaringan bisnis ini berkembang sangat pesat dalam waktu yang singkat, bahkan menurut data di Deperindag RI hingga tahun l997 (sebelum terjadinya Krisis Moneter) telah terdaftar lebih dari 250 perusahaan sebagai penerima waralaba (franchisee) dari suatu waralaba asing, dan tersebar di beberapa bidang usaha.
Di sisi lain, perusahaan lokal yang telah mengembangkan usahanya dengan mempergunakan format bisnis waralaba jumlahnya tidaklah sebanyak waralaba asing banyak atau hanya sekitar 10 persen dari jumlah waralaba asing yang ada di Indonesia

3.      BERI 5 CONTOH RIIL  USAHA FRANCHISING YANG BERGERAK DI  BIDANG :
-          PENDIDIKAN
-          KESEHATAN
-          SALON & PERAWATAN
-          MAKANAN  DALAM NEGERI/LOKAL
-          OTOMOTIF
Jawab:

·         PENDIDIKAN:
Quantum
Ghanesha Operation
Primagama
LP3I
IEC
·         KESEHATAN:
Apotek K-24
Hio Hot – Women’s Fitness
Sinergi Fitnes Center
Kimia Fharma
Rebel Gym
·         SALON & PERAWATAN:
Rudy Hadisuwarno
johny andrean
My Salon
Alex’s Salon Peoffessional
Rizky Salon
·         MAKANAN DALAM NEGERI/ LOKAL:
Pecel Lele Lela
Ayam Lepas
Empek-Empek Gaby
Warung  Mang Kabayan
Solaria
·         OTOMOTIF:
Autocare Center
Kujang Sakti
King Auto Interior
Cheap Nclean
C3 Care Center

4.      JELASKAN PERBEDAAN KEWIRAUSAHAAN DENGAN BISNIS KECIL DENGAN CONTOH KASUS YANG NYATA ?

Kewirausahaan yaitu pelaku bisnis yang menerima resiko maupun peluang karna menciptakan dan mengoperasikan bisnis baru
Bisnis kecil yaitu bisnis yang dimiliki dan dikelola secara mandiri yang tidak mendominasi pasarnya.
Contoh nyata :

Kasus nyata seorang pebisnis kecil yang menjadi wirausahaan yang sukses yaitu Made Ngurah Bagiana, seorang merupakan orang yang patuh dicontoh,karena dia orang yang percaya akan mimpi dan harapan,tentunya disertai dengan kerja keras,ia mengawali bisnisnya hanya 2 gerobak.kini ia memiliki 10 pabrik dan 2000 outlet edam burger yang tersebar diseluruh dunia.

Minggu, 20 Oktober 2013

Tugas Tulisan Pengantar Bisnis 2


 
Tulisan Pengantar Bisnis 2

Judul : Etika Bisnis
Kelas : 1EB22
Nama : Kurnia Indah Puspita
NPM : 29213860

I.                   PENDAHULUAN

Bagi dunia Internasional, bisnis merupakan aktivitas yang tidak dapat dipisahkan dalam kegiatan sehari-hari. Tidak jenuh para pebisnis memajukan dan memperluas usahanya dalam rangka mencari keuntungan semaksimal mungkin. Mulai dari Negara adidaya hingga negara berkembang melakukan bisnis sebagai mata pencaharian mereka. Begitu pula dengan Indonesia yang tidak mau kalah bersaing dengan negara-negara maju lainnya.
Di Indonesia, perkembangan bisnis maju pesat seiring dengan perkembangan teknologi dan informasi. Mulai dari bisnis secara tradisional maupun bisnis secara on-line. Bahkan pangsa pasar bisnis on-line lebih luas dan tentunya dapat memperoleh keuntungan yang maksimal walaupun tidak sedikit pula orang yang meragukan kualitas produk yang ditawarkan secara on-line.
Namun, diantara bisnis-bisnis yang menghasilkan keuntungan, ternyata masih banyak para pebisnis yang mengacuhkan etika bisnis yang baik, seperti misalnya tidak memperhatikan kepuasan konsumen terhadap produk yang dijual.
Sejatinya, etika bisnis harus tertanam dalam jiwa para pebisnis, karena dengan etika bisnis yang baik tidak hanya keuntungan saja yang didapatkan namun kepuasan dan keloyalitasan konsumenpun akan didapatkan pula. Untuk itu, para pebisnis harus mengetahui hal-hal apa saja yang boleh dilakukan dan yang tidak boleh dilakukan oleh seorang pebisnis.
Dalam makalah ini, akan dijelaskan lebih lanjut mengenai etika bisnis yang seharusnya dilakukan oleh para pebisnis.

II.                ISI

1.      Definisi Etika

Kata etika berasal dari bahasa Yunani Kuno “ethikos” yang berarti timbul dari kebiasaan. Etika mencakup analisis dan penerapan suatu konsep seperti misalnya baik,buruk, benar, salah dan tanggung jawab.
Di bawah ini merupakan definisi etika menurut para ahli :
·        Menurut Kamus Besar Bhs. Indonesia (1995) Etika adalah Nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat
·        Menurut Maryani & Ludigdo (2001) “Etika adalah Seperangkat aturan atau norma atau pedoman yang mengatur perilaku manusia, baik yang harus dilakukan maupun yang harus ditinggalkan yang di anut oleh sekelompok atau segolongan masyarakat atau profesi”
·        Menurut White (1993) etika adalah cabang falsafah yang berkaitan dengan kebaikan moral dan menilai tindakan manusia.

Fungsi Etika :
·        Sarana untuk memperoleh orientasi kritis berhadapan dengan pelbagai moralitas yang membingungkan.
·        Etika ingin menampilkanketrampilan intelektual yaitu ketrampilan untuk berargumentasi secara rasional dan kritis.
·        Orientasi etis ini diperlukan dalam mengabil sikap yang wajar dalam suasana pluralisme.
Jenis-jenis Etika :
·        Etika umum yang berisi prinsip serta moral dasar .
·        Etika khusus atau etika terapan yang berlaku khusus.
Dari definisi-definisi yang telah diutarakan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa etika merupakan suatu pedoman yang mengatur dan menilai perilaku manusia, baik perilaku yang harus ditinggalkan, maupun perilaku yang harus dilakukan.
Namun, etika biasanya berkaitan erat dengan moral yang berkaitan dengan cara hidup seseorang dengan melakukan perbuatan yang baik dan menghindari tindakan yang buruk.
Etika dan moral mengandung pengertian yang sama, namun, dalam kegiatan sehari-hari terdapat perbedaan. Moral lebih kepada penilaian yang dilakukan, sedangkan etika berarti mengkaji system nilai-nilai yang berlaku.

2.      Definisi Bisnis

Dalam ilmu ekonomi, bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba.
Namun, secara historis kata bisnis dari bahasa Inggris business, dari kata dasar busy yang berarti "sibuk" dalam konteks individu, komunitas, ataupun masyarakat. Dalam artian, sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan. Sumber : Menurut Steinford ( 1979) : “Business is all those activities involved in providing the goods and services needed or desired by people”. Dalam pengertian ini bisnis sebagai aktifitas yang menyediakan barang atau jasa yang diperlukan atau diinginkan oleh konsumen.

Fungsi bisnis dilihat dari kepentingan mikroekonomi dan makroekonomi :
1.      Fungsi Mikro Bisnis
Kontribusi terhadap pihak yang berperan langsung.
·        Pekerja / Karyawan
Pekerja menginginkan gaji yang layak dari hasil kerjanya sementara manajer menginginkan kinerja yang tinggi yang ditunjukkan besarnya omzet penjualan dan laba
·        Dewan Komisaris
Memantau kegiatan dan mengawasi manajemen, memastikan kegiatan akan berjalan mencapai tujuan
·        Pemegang Saham
Pemegang saham memiliki kepentingan dan tanggung jawab tertentu terhadap perusahaan

2.      Fungsi Makro Bisnis
Kontribusi terhadap pihak yang terlibat secara tidak langsung.
·        Masyarakat sekitar perusahaan
Memberikan kontribusi kepada masyarakat sekitar sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan
·        Bangsa dan Negara
Tanggung jawab kepada bangsa dan negara yang diwujudkan dalam bentuk kewajiban membayar pajak


3.     Definisi etika bisnis

Definisi menurut para ahli :
·        Menurut Brown dan Petrello (1976) Etika Bisnis: “Business is an institution which produces goods and services demanded by people”. Yang berarti bahwa bisnis ialah suatu lembaga yang menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat. Apabila kebutuhan masyarakat meningkat, maka lembaga bisnis pun akan meningkat pula perkembangannya untuk memenuhi kebutuhan tersebut, sambil memperoleh laba.
·        Menurut Velasquez (2005) Etika bisnis merupakan studi yang dikhususkan mengenai moral yang benar dan salah. Studi ini berkonsentrasi pada standar moral sebagaimana diterapkan dalam kebijakan, institusi, dan perilaku bisnis.

Prinsip-prinsip etika bisnis adalah sebagai berikut :
1.     Prinsip Otonomi ; yaitu sikap dan kemampuan manusia untuk mengambil keputusan dan bertindak berdasarkan kesadarannya tentang apa yang dianggapnya baik untuk dilakukan.
2.     Prinsip Kejujuran ; terdapat tiga lingkup kegiatan bisnis yang bisa ditunjukkan secara jelas bahwa bisnis tidak akan bisa bertahan lama dan berhasil kalau tidak didasarkan atas kejujuran. Pertama, jujur dalam pemenuhan syarat-syarat perjanjian dan kontrak. Kedua, kejujuran dalam penawaran barang atau jasa dengan mutu dan harga yang sebanding. Ketiga, jujur dalam hubungan kerja intern dalam suatu perusahaan.
3.     Prinsip Keadilan ; menuntut agar setiap orang diperlakukan secara sama sesuai dengan aturan yang adil dan sesuai criteria yang rasional obyektif, serta dapat dipertanggung jawabkan.
4.     Prinsip Saling Menguntungkan (Mutual Benefit Principle) ; menuntut agar bisnis dijalankan sedemikian rupa sehingga menguntungkan semua pihak.
5.     Prinsip Integritas Moral ; terutama dihayati sebagai tuntutan internal dalam diri pelaku bisnis atau perusahaan, agar perlu menjalankan bisnis dengan tetap menjaga nama baik pimpinan atau orang-orangnya maupun perusahaannya.


Jadi, dapat disimpulkan bahwa etika bisnis merupakan studi standar formal dan bagaimana standar itu diterapkan ke dalam system dan organisasi yang digunakan masyarakat modern untuk memproduksi dan mendistribusikan barang dan jasa dan diterapkan kepada orang-orang yang ada di dalam organisasi

4.     Etika Bisnis yang Baik

Hal – hal yang harus diperhatikan dalam menciptakan etika bisnis adalah :

1.     Pengendalian diri, pengendalian diri harus tertanam dalam jiwa-jiwa pebisnis yang baik. Dengan adanya pengendalian diri, bisnis yang dijalankan akan sesuai dengan apa yang diharapkan.

2.     Pengembangan tanggung jawab social (social responsibility), selain pengendalian diri, tanggung jawab merupakan hal yang terpenting dalam dunia bisnis. Tanpa tanggung jawab, bisnis tidak akan sesuai dengan apa yang diharapkan, keuntungan tidak maksimal dan loyalitas konsumen akan semakin berkurang.

3.     Mempertahankan jati diri dan tidak mudah untuk terombang-ambing oleh pesatnya perkembangan informasi dan teknologi

4.     Menciptakan persaingan yang sehat, sebagai pebisnis yang baik, tidak perlu melakukan kecurangan ataupun tindakan-tindakan lain yang tidak sesuai dengan etika bisnis. Maka, persaingan yang sehat sangat perlu dilakukan untuk setiap pebisnis.

5.     Menerapkan konsep “pembangunan berkelanjutan”

6.     Menghindari sifat 5K (Katabelece, Kongkalikong, Koneksi, Kolusi, dan Komisi)

7.     Mampu menyatakan yang benar itu benar

8.     Menumbuhkan sikap saling percaya antara golongan pengusaha kuat dan golongan pengusaha ke bawah

9.     Konsekuen dan konsisten dengan aturan main yang telah disepakati bersama

10.     Menumbuhkembangkan kesadaran dan rasa memiliki terhadap apa yang telah disepakati


11.                       Perlu adanya sebagian etika bisnis yang dituangkan dalam suatu hukum positif yang berupa peraturan perundang-undangan


III.             PENUTUP

Etika bisnis dalam dunia bisnis harus dijalankan. Karena dengan etika bisnis yang baik, usaha yang dilakukan akan semakin meningkat baik laba maupun pangsa pasarnya. Para pebisnis juga harus memperhatikan komposisi produknya apakah layak jual atau tidak.
Seperti contoh kasus, bahwa ada pebisnis nakal yang mencampurkan zat pewarna pakaian pada minuman. Dampak yang diperoleh bukan hanya konsumen saja, namun berdampak buruk pula bagi pebisnisnya. Loyalitas dan kepercayaan pelanggan menjadi kurang. Untuk itu, sebaiknya para pebisnis harus mengetahui hal-hal yang patut dilakukan dan hal-hal yang tidak boleh dilakukan.

IV.           IV.             DAFTAR PUSTAKA
           eBook: K.Bertens.2000. Pengantar Etika Bisnis, Yogyakarta. Kanisius
 http://id.wikipedia.org/wiki/bisnis